RSS
"Membaca dalam usia tertentu, justru membatasi pemikiran dari kreativitas. Orang yang membaca terlalu banyak namun terlalu sedikit menggunakan pemikirannya, justru akan terkena kemalasan berpikir" (Albert E.)

Sepuluh Penulis Dunia Berpenghasilan Terbesar tahun 2009 - 2010

http://vibiznews.com/templateimages/economy/jamespatterson.jpg
James Patterson menjadi penulis dengan pendapatan terbesar pada periode di atas, naik satu peringkat dibandingkan periode tahun sebelumnya. Pria yang dulu berprofesi sebagai copywriter junior ini terlibat langsung dengan desain sampul dan pemasaran buku-buku karyanya. Tercatat bahwa satu dari 17 novel yang terjual di AS merupakan hasil kejeniusan pria ini. Selama dua tahun belakangan ia telah menghasilkan angka fantastis 500 juta dolar untuk perusahaan penerbitnya, Hachette. Pada periode Juni 2009 – Juni 2010 Patterson menghasilkan 70 juta dolar.


http://vibiznews.com/templateimages/economy/stephaniemeyers.jpg
Nama Stephanie Meyer melejit melalui tetralogiTwilight Saga, sebuah novel cinta yang mengisahkan kisah cinta antara vampir, manusia, dan manusia serigala. TetralogiTwilight telah terjual sebanyak 40 juta kopi di AS dan 100 juta kopi di seluruh dunia. Pundi-pundi uang Meyer bertambah sebesar 40 juta dolar pada periode Juni 2009 – Juni 2010, di antaranya karena kesuksesan film yang diangkat dari novel ketiganya, Eclipse.

http://vibiznews.com/templateimages/economy/stephenking.jpg
Di posisi ketiga dengan jumlah pendapatan sebesar 34 juta dolar adalah novelis bergenre horror Stephen King (siapa yang tidak ingat bukuIT dan Congo yang mendebarkan?) Pria ini baru saja merilis novelnya yang ke-51, Under the Dome, di bulan November 2009 lalu. Hingga saat ini buku tersebut telah terjual sebanyak 600,000 kopi menurut Nielsen BookScan. Karya terbarunya itu disebut-sebut telah menarik minat DreamWorks TV untuk diangkat ke layar lebar. Drama seri yang ditayangkan di stasiun televisi SyFy juga diangkat dari karyanya, The Colorado Kid. 

http://vibiznews.com/templateimages/economy/daniellesteel.jpg
Daniele Steel tampaknya tidak mengherankan lagi untuk menghiasi daftar terbaru ini. Novelis romance ternama dunia ini telah menghasilkan 32 juta dolar pada periode Juni 2009 – Juni 2010. Steel dikabarkan akan merilis 4 buku baru di tahun 2010 ini dengan rata-rata honor awal per buku sebesar 7 juta dolar. Penulis laris ini juga berhasil memenangkan gugatan sebesar 1 juta dolar dari mantan asistennya yang telah melakukan penggelapan sebesar 760,000 dolar darinya.

http://vibiznews.com/templateimages/economy/kenfollett.jpg
Novelis asal Inggris Ken Follett berhasil masuk di posisi ke lima dari penulis dengan pendapatan tertinggi pada periode Juni 2009 – Juni 2010, dengan mengantongi 20 juta dolar. Pillars of the Earth karya Follett telah diadaptasi menjadi sebuah serial TV yang ditayangkan perdana pada bulan Juli lalu, dengan pemeran Donald Sutherland. Pillars of the Earth dinilai sebagai novel terbaik kedua di dunia oleh para pembacaThe Times London, hanya kalah oleh To Kill a Mockingbird karya Harper Lee. 

http://i126.photobucket.com/albums/p84/broadthink/SheetN-1.jpg
Di posisi keenam adalah Dean Koontz yang novel terbarunya, The Husband, baru keluar di bulan Mei lalu. Novelnya yang berjumlah 44 telah sukses menjadi best seller menurut New York Times. Koontz mengantongi 18 juta dolar.

http://www.writeonnewjersey.com/wp-content/uploads/2009/06/janet-evanovich.jpg
Janet Evanovich berada di posisi ketujuh dengan pendapatan sebesar 16 juta dolar. 

http://rha.chookdigital.net/authors/Grisham,%20John.jpg
Penulis thriller hukum John Grisham berada di tempat kedelapan dengan pendapatan 15 juta dolar. Buku terbarunya, Theodore Boone: Kid Lawyermerupakan langkah perdananya mengambil pasar remaja. 

http://www.movietei.com/celebrities/100225201619_nir-sparks02730.jpg
Nicholas Sparks yang merupakan novelis romance berada di tempat kesembilan dengan pendapatan sejumlah 14 juta dolar.

http://thetorchonline.com/wp-content/uploads/2010/06/jk_rowling.jpg
JK Rowling adalah miliarder dunia pertama dari kalangan novelis, berkat tujuh buku Harry Potter-nya. Dalam salah satu episode The Simpson, Lisa Simpson bertemu dengan Rowling dan mengungkapkan kekagumannya. Menurutnya Harry Potter telah menggerakkan satu generasi untuk kembali membaca. Rowling yang belum mengeluarkan buku setelah berakhirnya petulangan Harry Potter membukukan 10 juta dolar pada periode Juni 2009 – Juni 2010. 


  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Demonstrasi Anarkistis Meluas, Mobil Polisi Dibakar



 

Sebuah mobil patroli polisi dibakar mahasiswa dalam demonstrasi di Jalan Diponegoro, Jakarta, tadi malam.

JAKARTA –Demonstrasi mahasiswa menolak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) meluas dan semakin anarkistis. Lempar batu, merusak dan membakar fasilitas umum bukan hanya terjadi di Makassar saja, tapi juga di beberapa wilayah di Tanah Air. Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan Djoko Suyanto mengimbau demonstrasi tidak merusak fasilitas-fasilitas umum.

“Jangan merusak dan jangan melakukan tindakan kekerasan karena itu akan mencederai keinginan kita untuk berdemokrasi,” kata Djoko di Jakarta kemarin. Kapolri Jenderal Pol Timur Pradopo mengingatkan akan mengambil tindakan tegas terhadap demonstran yang merusak fasilitas umum dan bertindak anarkistis.“Kami berharap demonstrasi sesuai ketentuan, yaitu memberi tahu,tidak anarkistis. Itu yang akan kita akomodasi,” ujar mantan Kapolda Metro Jaya itu.

Demonstrasi yang diwarnai kekerasan tercatat terjadi di Padang, Sumatera Barat; Pekanbaru, Riau; Cirebon dan Indramayu, Jawa Barat; Pamekasan, Surabaya dan Malang, Jawa Timur; Banjarmasin,Kalimantan Selatan; Palu,Sulawesi Tengah dan Makassar, Sulawesi Selatan. Selain itu, kekerasan juga terjadi di depan Gedung DPR/ MPR Jakarta. Massa ribuan dipukul mundur aparat keamanan karena mencoba menerobos rumah rakyat tersebut.

Adapun malam harinya, ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Konsolidasi Nasional Mahasiswa Indonesia (Konami) membakar ban di kawasan Salemba, tepatnya di depan Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM). Bahkan,sebuah motor polisi dan mobil patroli polisi dibakar. Polisi tidak berhasil membubarkan aksi massa, sebaliknya demonstran malah memblokade Jalan Salemba Raya menuju arah Diponegoro, tepatnya persis di depan Kampus Yayasan Administrasi Indonesia (YAI),Salemba.

Hingga berita ini diturunkan, petugas berusaha mengepung mahasiswa yang berlindung di Kampus YAI dan Universitas Kristen Indonesia (UKI) dan kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI).Sempat terdengar tembakan peringatan aparat. Beberapa mahasiswa dilaporkan terluka.Sebanyak 52 mahasiswa ditahan dalam aksi tersebut. Adapun di Makassar,massa puluhan ribu kembali merusak dan membakar fasilitas umum seperti pos polisi dan rambu lalu lintas.

Suasana panas berlangsung hingga malam hari. Rangkaian demonstrasi pada H-1 jelang rapat paripurna kenaikan harga BBM ini juga diwarnai dengan blokade jalan utama seperti terjadi di jalan pantai utara (pantura) Jawa, hingga menimbulkan kemacetan di jalur vital tersebut. Sempat pula beredar kabar seribuan buruh se-Tangerang Raya akan memblokade Bandara Soekarno-Hatta.

Namun ini diantisipasi kepolisian dengan menghadang rombongan demonstran yang hendak melewati akses bandara utama di Tanah Air itu. Sementara Markas Besar Polri menegaskan larangan berdemonstrasi di beberapa tempat, yakni Istana Negara, bandara, stasiun kereta api, serta pelabuhan. ”Pelarangan diatur dalam UU No 9/1998 tentang Kemerdekaan Menyampaikan Informasi dan Pendapat,” ujar Kepala Divisi Humas Mabes Polri Irjen Pol Saud Usman Nasution



Courtesy for:

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Kata-Kata Bijak Tentang Menulis


  • “Usahakan menulis setiap hari. Niscaya, kulit anda akan menjadi segar kembali akibat kandungan manfaat yang luar biasa”. (Fatimah Mernissi) 
  • “Menulis merangsang pemikiran, jadi saat anda tidak bisa memikirkan sesuatu untuk di tulis, tetaplah mencoba untuk menulis”. (Barbara) 
  • “Menulis adalah mencipta, dalam suatu penciptaan seseorang mengarahkan tidak hanya semua pengetahuan, daya, dan kemampuannya saja, tetapi ia sertakan seluruh jiwa dan nafas hidupnya.” (Stephen King) 
  • “Ketika seorang penulis hanya menunggu, maka sebenarnya ia belum menjadi dirinya sendiri”. (Stephen King) 
  • “Kita tidak harus menunggu datangnya inspirasi itu kita sendirilah yang menciptakannya”. (Stephen King) 
  • “Penulis yang baik, karena ia menjadi pembaca yang baik”. (Hernowo) 
  • “Untuk menjadi penulis, yang dibutuhkan hanyalah kemauan keras untuk menulis dan kemudian mempraktekkannya, orang yang hanya mempunyai kemauan untuk menulis namun tidak pernah melakukannya maka ia sama saja dengan bermimpi untuk memiliki mobil, tanpa ada usaha dan kerja keras untuk memilikinya”. (Stephen King]) 
  • “Mulailah dengan menuliskan hal-hal yang kau ketahui. Tulislah tentang pengalaman dan perasaanmu sendiri”. (J.K. Rowling) 
  • “Syarat untuk menjadi penulis ada tiga, yaitu: menulis, menulis, menulis”. (Kuntowijoyo) 
  • “Kalau kamu bukan anak raja dan engkau bukan anak ulama besar, maka jadilah penulis”. (Imam Al-Ghazali)


  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Puisi "MALAIKATKU"

Rintik hujan berjatuhan
Cahaya yang begitu terang itu, kini remang
Aku hanya terduduk sendiri
Sepi yang menjadi teman saat ini, memeluk tubuh ini erat-erat


                                                         Tuhan, kini ku sendiri..
                                                         Tiada seorangpun yang temani aku disini
                                                         Tuhan,tolonglah aku..
                                                         Kirimkanlah aku seorang malaikatMu
                                                         Malaikat yang bisa tahu keadaanku


Tiba-tiba ia datang
Senyumannya membawaku, membawa tubuhku, melayang
Tatapannya itu, membuatku percaya
                                                        
                                                         Ia rangkul diriku, ia peluk tubuhku
                                                         Memberikan sebuah kain sutra dan kemudian menyelimutiku
                                                         Sedangkan ia, hanya menahan dingin sore itu


Ia teteskan air mata kesedihan,
saat melihatku terbaring lemah dalam kesepian
Ia teteskan air mata kebahagiaan,
saat melihatku senang dan bahagia
Namun ia tak pernah teteskan air matanya,
saat tubuhnya lemah tak berdaya, dan saat ia dilanda banyak masalah


                                                         Ia tak meminta lebih dariku
                                                         Ia tak berharap sesuatu yang lebih dariku
                                                         Ia hanya ingin aku bahagia, dan aku sukses


Hanya dia satu-satunya malaikat terindahmu, Tuhan..
Malaikat yang slalu ada dalam hati, dan pikirku
Dan dia satu-satunya orang yang paling tegar dalam hidupku
Dalam menyayangi dan mengasihiku


                                                         Tuhan, jika kau ingin ambil nyawanya,
                                                         ambillah dulu nyawaku
                                                         Aku ingin ia bisa hidup lebih lama,
                                                         aku ingin ia bisa lebih lama bahagia di dunia


Namun satu yang aku inginkan,
aku tak ingin ia menderita sekalipun

KARENA MALAIKAT TERINDAHMU ITU, ADALAH SEORANG IBU :')



Buah pena : Nisrina Imtinan :)
                                                             

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Pelatihan Jurnalistik

   Beberapa hari yang lalu, saya, Hasna, Adrian, Adiz, ditunjuk Bu Eko untuk mengikuti salah satu acara yang diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan Propinsi Jawa Tengah, yaitu Pelatihan Pendidikan Karakter (Jurnalistik) mewakili sekolah. Acara tersebut diselenggarakan pada tanggal 26 Maret-28 Maret 2012 di Hotel Lor In, Solo. 
   Pada hari Senin, 26 Maret 2012, kami sampai di Solo. Kami pun segera menuju Hotel Lor In untuk melakukan check-in. Setelah selesai melakukan check-in, saya, hasna, dan Bu Eko mendapatkan ruang kamar bernomor 3109. Sedangkan Adrian dan Adiz mendapatkan ruang kamar bernomor 4108.
   Waktu pun berlalu. Malam harinya, kami menuju salah satu gedung di Lor In, yaitu Puri Kencono. Kami datang untuk mengikuti upacara pembukaan. 

   Esoknya, kami berjalan-jalan mengelilingi taman hotel. Hotel tersebut sangat luas. Selain dilengkapi dengan taman, disana juga terdapat kolam renang, spa, fitness sampai meeting room. Fasilitasnya juga sangat lengkap. Ada wi-fi, restaurant, coffee shop, dan masih banyak lagi.
   

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Buku Diary untuk Icha

Pagi yang cerah mengawali hari di awal minggu ini. Langkah demi langkah membawa ku hingga sampai di sekolah.
            “ Cha, udah ngerjain tugas fotografi belum? “ ujar Ata sesampainya aku di kelas.
            “  Belum, Ta. Kamu? “
            “ Aku sih udah. Rencananya kamu mau mengambil gambar dengan objek apa? “
         “ Aku belum punya inspirasi, Cha. Rencananya nanti pulang sekolah aku mau cari-cari objek “ jelasku.
            “ Oh, begitu. Ya udah, semangat ya, Cha “
       Waktu pun berlalu. Sepulang sekolah, aku langsung pulang dan segera menuju rumah-rumah di bawah kolong jembatan. Mungkin dengan mengambil gambar disana, aku juga dapat beberapa motivasi.
         “ Huh, panas banget nih. Sepertinya aku sudah terlalu jauh mencari objek yang tepat. Bruk..“ tiba-tiba aku menabrak seseorang tanpa sengaja. Ku pandang wajahnya, dan ia hanya tersenyum.
            “ Maaf, maafkan aku, aku tak sengaja “ ucapnya.
            “ Seharusnya aku yang harus minta maaf “ jawabku.
            “ Oh tidak, kamu tidak bersalah“
            “ Aku yang lebih dulu menabrak kamu “
            “ Sudah lah, yang adil kita sama-sama tidak bersalah “ katanya.
       “ Hahaha, maafkan aku ya. Oh ya, nama kamu siapa? “ tanyaku untuk mengalihkan pembicaraan.
            “ Aku Evitha, biasanya dipanggil Icha. Kalau kamu siapa? “ ia juga ikut bertanya dengan disertai senyumannya yang manis sekali.
             “ Wah, nama kita hampir sama. Aku Ericha, yah biasanya sih dipanggil Chaca “
             “ Iya, nama kita sama-sama ‘Cha’ hahaha “
             “ Rumahmu dimana, Ic ?” tanyaku.
             “ Disekitar sini, nggak jauh kok“
           “ Oh, bisa kah kamu mengantarkan aku ke sebuah tempat menarik disekitar kampung ini ? “ ujarku. Lumayan lah, mungkin saja dia bisa membantu dan menemaniku.
            “ Emm, tentu saja. Tapi lokasi di kampung tidak seindah lokasi di kota. Apa kamu tidak gerah? Kamu kan orang kota? “ tanyanya penuh penasaran.
          “ Darimana kau tahu aku orang kota? Kota dan desa itu sama saja. Cuma tergantung gimana kita menilainya “
             “ Wah, bener banget tuh. Ya udah, ayo kita jalan “ ajaknya.
            Tak terasa sampai juga di lokasi yang dimaksud , saking asiknya ngobrol bersama Icha, teman baruku.
         “ Wow, tempatnya bagus banget. Tapi, kenapa sungai dan udara disini sama-sama kotornya seperti di kota ya? “ ujarku.
          “ Iya, kamu benar. Memang, dulu masih bersih. Tapi, ulah manusia yang sekarang ini semakin meningkat“
             “ Iya juga, Ic. Oh ya, kamu mau kan bantu aku jadi model fotoku? “
             “ Model? Aku nggak cantik, nggak tinggi, Cha. Kayak yang di tivi-tivi itu “ keluhnya.
             “ Hahaha, Icha Icha. Model itu, nggak harus cantik, tinggi. Pokoknya harus mau yah! “
             ” Ya udah deh. Yang penting kamu seneng. Hahaha “
             “ Oke, senyum, Icha “
         Akhirnya sore datang menjemput kami. Aku segera berpamitan pulang. Rencananya besok aku akan kembali kesini.
            “ Tok tok tok, Assalamu’alaikum.. “ aku bersemangat untuk berkunjung ke rumah Icha.
            “Wa’alaikumsalam.. Eh, Chaca, ayo masuk! Maaf ya rumahku nggak seindah rumahmu“
            “ Nggak apa-apa, Ic.. “ perlahan ku masuki ruang tamu yang berukuran 2x3 meter itu.
       “ Ayo, masuk ke kamarku. Disana banyak mainannya lho. Hehe. Kan lumayan bisa nostalgia masa kecil, Cha “ ajak Icha.
            “ Ehm, ayo ayo "
           Kamarnya begitu nampak simple dengan dihiasi beberapa tirai dari koran yang didaur ulang, juga beberapa mainan yang terbuat dengan koran yang sudah tidak dipakai pula.
            “ Mainannya banyak banget, Ic. Semua ini kamu yang buat? “ tanyaku.
            “ Iya, Cha. Lumayan lah. Aku juga menjual beberapa diantara untuk membantu ayah dan ibu “ jelasnya. Mengharukan sekali saat ku dengar semua itu. Sedangkan aku yang hanya bisa merasakan harta dari ayah dan bunda, tidak pernah bersyukur lebih. Tapi Icha?
            “ Cha, aku ambilin minum ya?“ tanyanya.
            “ Nggak usah, Ic. Makasih “
         “ Ah, Chaca pura-pura, haha“ akhirnya Icha keluar dari kamarnya. Kupandangi langit-langit kamarnya. Hingga pandanganku terarah pada beberapa tulisan di sudut dinding kamar Icha.
            ‘7-09-11
Hi, diary. Hahaha. Mungkin aku tak pantas memanggilmu “diary”. Karna mana mungkin ada diary di dinding? Sudahlah, tak apa. Diary, hari ini aku sangat sedih dan kecewa. Kenapa? Karna hari ini, aku sudah tidak bersekolah lagi. Keadaan ekonomi ayah ibuku semakin memburuk, jadi apa gunanya aku sekolah tanpa sebuah bayaran? :’( ‘
            ’12-10-11
 Diary, tolong.. Bantu aku.. Lagi-lagi aku sedih dan sangat terpukul. Adikku, Via, harus kembali ke pangkuan Allah SWT. Malaria merenggut nyawa bocah kecil yang sangat aku sayangi itu. Aku hanya bisa berdoa dan selalu berdoa, diary ‘
             ’17-11-11
Diary, kini aku bukan lagi seorang pelajar seperti kebanyakan orang. Tetapi aku adalah seorang LOPER KORAN yang kerjanya hanya mengantarkan koran-koran saja. Meski begitu, aku ikhlas menjalani semua ini demi keluarga tercintaku ‘
            ‘2-12-12
Kenapa harus Kau ambil adikku lagi, ya Allah. Aku memang ikhlas, tapi kenapa harus Rino adik terkecil kami ya Allah? Seandainya ia tak kekurangan gizi, mungkin ia takkan pergi secepat ini ‘
            Tak sengaja ku baca “diary dinding” Icha itu. Aku begitu tersentuh. Bagaimana mungkin seorang Icha yang cerdas, ternyata tidak sekolah.
            “ Chaca, sedang apa kamu?“ tiba-tiba Icha datang dengan membawa segelas teh.
            “ Ic, Icha.. Maaf kan aa…aku, Ic“ aku gugup sekali.
            “ Apakah kamu membaca diary itu? “ tanyanya penuh curiga.
            “ Maa..af, Ic. A..aku tak se..ngaja membacanya “ jelasku.
            “ Chaca, nggak apa-apa kok.. Lagian sudah banyak yang membaca semua itu “
            “ Benarkah? Kenapa kamu menulis diary itu di dinding? “
            “ Aku tidak punya uang untuk membeli buku diary, Cha “ jawabnya polos.
            “ Kenapa tidak pada sebuah kertas? “
            “ Sudah terlanjur “ Icha agak bersedih.
       “ Lalu, apakah kamu sekolah ?“ tanyaku sambil meyakinkan pernyataan Icha pada diarynya tadi. Namun, ia hanya tersenyum kecil sambil menggelengkan kepalanya. Tangan lembutnya memegang erat tanganku dan segera menarikku keluar rumah untuk menuju lokasi pemotretan kemarin.
          Sesampainya disana, kami hanya berdiaman sejenak. Hingga akhirnya aku dan Icha duduk di sebuah rerumputan dan Icha bersandar di bahuku.
             “ Hari ini udaranya segar sekali“ Icha memulai pembicaraan.
             “ Maaf, Ic. Aku nggak bermaksud membuat hatimu terluka “ jelasku menyesal.
          “ Sudah, Cha. Jangan menyesali apa yang udah kamu perbuat. Aku udah coba lupain kok “ jawabnya. Akhirnya, ku cubit pipi Icha yang gembul itu.
        “ Ih, Chaca “ kamipun saling bercanda. Kemudian melihat beberapa hasil ‘jepretan’ kemarin.
            “ Ups “ setetes darah keluar dari hidung Icha.
            “ Kamu kenapa, Ic? “
            “ Nggak apa-apa, Cha. Biasa kok. Cuma sedikit nih mimisannya “
            “ Benarkah? Ini aku bawa tissue “ ku berikan sebungkus tissue yang kubawa.
            “ Kamu punya seorang adik? “
         “ Haha, Chaca. Nggak Cuma seorang, tapi banyak. Sayangnya beberapa diantaranya udah di ambil sama Allah. Mungkin, biar beban orangtuaku nggak begitu berat“ jelasnya. Kelopak mataku menahan semua air mata yang ingin kuluapkan. Lagi-lagi senyum seorang Icha bisa membuatku tidak bersedih.
            “ Lalu, dimana ayah ibumu? Saat aku ke rumahmu, mereka selalu tidak ada disana, Ic “
        “ Emm… Mereka sedang bekerja, Cha. Maklum, ayahku hanya seorang sopir angkot yang tidak akan pulang jika belum mendapat uang yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan anak-anaknya “
            “ Bagaimana dengan ibumu? “
            “ Ibuku hanya seorang buruh cuci, Cha “
          “Icha.. “ aku pun memeluk tubuhnya erat-erat. Kubiarkan bahuku basah akan air matanya.
            “ Cha, Cha. Gimana hasil jepretan kamu? “ tanya Risa.
            “ Ini, Ris. Setelah ini aku akan mengumpulkannya pada Pak Rio “
            “ Wah, kalau begitu ayo. Aku juga mau mengumpulkan “
           Setelah menyerahkan tugas fotografi itu, aku kembali teringat akan Icha. Ia adalah gadis tabah yang pemberani dan tak kenal putus asa. Ingin rasanya ku membelikan sebuah buku diary buatnya.
          Bel tanda usai pelajaran telah berbunyi. Aku langsung bergerak menuju sebuah toko buku di seberang sekolah.
            “ Mbak, buku diary satu ya”
           “ Silahkan pilih, dek “ ucap pelayan toko. Akupun dihadapkan pada beberapa buku diary yang sangat manis. Hingga pilihanku berakhir pada sebuah diary pink berpita.
     “ Yang ini aja, mbak. Oh ya, sekalian dibungkus kertas kado ya“ kataku sambil menyerahkan diary itu.
            Setelah membeli diary yang diinginkan Icha, aku berlari secepat mungkin menuju rumah Icha. Namun, ada sesuatu yang aneh. Jantungku begitu cepat berdebar, keringat dingin menghinggapi tubuhku. Hingga sampai pada rumah bercat hijau itu…
            “ Kenapa ada ramai-ramai begini. Apalagi ada bendera lelayu nya “ batinku dalam hati.
            “ Nak, sedang apa kau disini?” seseorang dengan wajah pucat dan mata yang berkaca-kaca menepuk pundakku.
            “ Eh, bu. Ma..af saya Chaca. Em, sa..saya ma..u bertemu Icha “
            “ Icha ? “
            “ Iya, bu. Kemudian, ada acara apa disini? Apa ada… “
            “ Ayo, masuk.. “ belum selesai ku bertanya, ibu separuh baya ini mengajakku masuk ke rumah Icha. Semua orang yang berada disana tidak ada yang riang gembira, mereka serasa diliputi duka.
            “ Silahkan masuk “ ia mempersilakan aku memasuki kamar Icha. Dan ternyata…
Kini tubuhnya yang kuat itu, kini jiwanya yang tak kenal lelah itu, dan kini senyum manisnya itu, telah tiada.
          “ Icha.. “ sorakku. Aku tak percaya semua ini terjadi secepat ini. Icha yang begitu kuat harus pergi tanpa sebuah pertanda.
          “ Maaf, nak. Kalau mungkin selama ini Icha mempunyai banyak salah padamu. Icha harus kembali kepada Allah, karena kanker darah menggerogoti tubuhnya “ jelas ibu itu yang ternyata ibunda Icha.
            “ A..apa? Kanker..da..darah?” aku begitu terkejut, terpukul, bibirku membeku sehingga tak dapat berkata banyak.
             “ Iya, nak. Dan ini, sebelum Icha pergi, ia menitipkan selembar surat ini buatmu, Chaca“
             “ Ibu sudah tau banyak tentang aku? “
            “ Sudah, nak. Icha selalu bercerita pada ibu. Kalau kau adalah Chaca, teman yang Icha banggakan“ jelas ibu Icha dengan beruraian air mata. Tanpa basa-basi perlahan kubuka selembar kertas itu.
            ‘ Untuk sahabat terbaikku, Ericha Cinta Erlyta,
          Maafkan aku, Cha. Jika selama ini aku tak pernah bercerita padamu kalau aku hanyalah manusia lemah yang hidup dengan sebuah penyakit kanker darah. Aku takut, kau takkan mau bersahabat dengan orang selemah, sekecil, dan sesedih ini. Aku hanya ingin, kau selalu memikirkan hidupmu saja.
          Oh iya, terimakasih ya. Kamu sudah membuat sisa hidupku semakin bermanfaat. Aku juga punya banyak bekal untuk menghadap Yang Maha Kuasa. Aku bangga bisa bertemu sahabat seceria, sebaik, dan sepeduli kamu, Cha.
         Sekali lagi harus ku katakan “maaf”. Aku belum bisa memberikan yang terbaik untukmu. Yang harus kamu ingat, kamu harus mengenang semua memori antara kita, baik yang senang, maupun sedih. Jangan lupa, doakan aku agar aku bisa diterima sama Allah dan kita bisa bertemu lagi di surga nanti.
        Mungkin cukup ini yang bisa aku sampaikan buatmu sebelum ajal datang menjemputku. Dan sebelum malaikat itu datang, aku hanya ingin kau tersenyum akan semua kenangan kita.
Dari Evitha Ria Ninta J
            “ I..icha.. “ aku tak kuasa menahan penak akan semua ini. Namun, aku ingat, Icha tak ingin jika aku bersedih. Icha hanya ingin aku tersenyum dan selalu berdoa. Mungkin jika Icha masih disampingku dengan senyum manisnya itu, pasti Icha bisa melihat diary pink yang kubawa buatnya. Dan Icha juga bisa meluapkan segala isi hatinya disana. Selamat jalan Icha. Kau adalah sahabat terindah yang pernah kumiliki :’)

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS